Proses pemulangan ke negara asal( repatriasi) serta pertukaran anak buah kapal( ABK) ialah salah satu akibat yang dialami zona perhubungan internasional akibat pandemi COVID- 19. Indonesia lewat Departemen Perhubungan berkomitmen menjadikan upaya proteksi serta repatriasi ABK Tanah Air yang terdampak pandemi bagaikan prioritas.

Salah satunya dengan ikut menandatangani Joint Ministerial Statement of the International Virtual Summit and Crew Change bersama dengan 16 negeri yang lain pada bulan Juli kemudian. Direktur Kemudian Lintas serta Angkutan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi mengantarkan aktivitas repatriasi serta pertukaran awak kapal di Indonesia diatur bersama antara seluruh departemen serta institusi terpaut.

Mulai dari Departemen Koordinator Bidang Maritim serta Investasi, Departemen Luar Negara, Repatriasi WNI Departemen Kesehatan, Departemen Hukum serta HAM, Departemen Keuangan, Departemen Perhubungan, Tentara Nasional Indonesia(TNI), Kepolisian, BNPB, dan Gugus Tugas COVID- 19 dengan bersumber pada Pesan Edaran Departemen Perhubungan SE Nomor. 13 Tahun 2020 tentang Pembatasan Penumpang di Kapal, Angkutan Logistik serta Pelayanan Pelabuhan Sepanjang Masa Darurat Penanggulangan Musibah Coronavirus Disease 2019( COVID- 19).

Tidak hanya itu, bekerja sama dengan owner kapal, pihak prinsipal, serta ataupun agen, Indonesia pula memfasilitasi kebutuhan pertukaran ABK kapal asing dengan prosedur spesial serta protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh World Health Organization.

” Kami memfasilitasi pelayanan terintegrasi tercantum data pra kehadiran, kehadiran, Debarkasi/ Embarkasi, proses CIQP, pengecekan kedokteran COVID- 19, tempat buat melaksanakan karantina/ isolasi, transportasi darat, dan connecting flight buat kembali ke rumah tiap- tiap,” jelas Antoni dalam penjelasan tertulis, Kamis( 27/ 8/ 2020).

Perihal itu diucapkannya dikala jadi narasumber dari Departemen Perhubungan dalam Webinar Internasional Seafarers Talk: Repatriation and International Cooperation During Covid- 19 Pandemic yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia( KBRI) London pada Rabu( 26/ 8/ 2020).

Antoni berkata dikala ini proses repatriasi serta ataupun pertukaran awak kapal sudah dicoba di 8 pelabuhan, antara lain Pelabuhan Pulau Galang, Pulau Nipah, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Priok, Merak, Benoa, serta Makassar.

” Berikutnya hendak terdapat 8 pelabuhan bonus yang hendak diresmikan bagaikan tempat buat melaksanakan proses repatriasi serta ataupun pertukaran awak kapal, ialah Pelabuhan Belawan, Dumai, Tanjung Perak, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, Lembar, Ambon, serta Sorong,” ucapnya.

Antoni mengatakan otoritas pelabuhan bekerja sama dengan kantor kesehatan pelabuhan dan kantor custom serta imigrasi senantiasa membetulkan mekanisme spesial mereka dalam menanggulangi kegiatan pertukaran kapal untuk ABK Indonesia ataupun ABK asing.

Proses penindakan tersebut dicoba bersumber pada syarat yang berlaku serta protokol kesehatan standar World Health Organization, sehingga proses pertukaran ABK bisa berjalan dengan kilat serta efisien.

” Dikala ini juga kami masih terus melaksanakan rapat ulasan secara nasional antara departemen serta lembaga terpaut menimpa koordinasi teknis di lapangan dalam proses repatriasi ataupun pertukaran ABK,” tukasnya.

Lebih lanjut bagi Antoni, buat menampilkan komitmennya dalam menunjang proses repatriasi serta pertukaran ABK, dan menunjang para pelaut bagaikan pekerja kunci, Indonesia pula sudah ikut berpartisipasi dalam kampanye Internasional Global Calling All Ships in Ports Worldwide: Sound Your Horns campaign dengan mengimbau segala kapal yang terletak di perairan Indonesia buat membunyikan klakson panjang sepanjang 3 kali pada jam 12 siang pada bertepatan pada 8 Juli 2020 kemudian.